Apa itu Orienteering?

Dipublikasikan oleh admin pada

finish orienteering

Orienteering adalah olahraga menemukan sejumlah lokasi di medan sebenarnya dengan menggunakan peta dan kompas, titik – titik lokasi dalam orienteering disebut titik kontrol. Pelaku atau peserta orienteering disebut orienteer. Seorang orienteer diharuskan memiliki kemampuan navigasi yang baik untuk menemukan rute terbaik dari lokasi start, menuju ke titik – titik kontrol, dan berakhir di lokasi finish. Inilah keunikan dari olahraga orienteering, seorang peserta harus bisa menemukan rute terbaik untuk menuju titik kontrol dengan cepat.

Kira – kira begini cara mainnya

Peserta diberikan sebuah peta yang yang terdapat simbol titik – titik kontrol, peserta harus menemukan titik tersebut di medan sebenarnya dengan mencari rute sendiri hingga sampai finish.

Lintasan Orienteering

Peserta mulai berlari dari simbol segitiga di peta menuju titik nomor 1, 2 dan 3 selanjutnya sampai finish. Berikut contoh peta orienteering. Di medan sebenarnya titik kontrol biasanya ditandai dengan bendera kontrol berbentuk segitiga warna putih jingga seperti ini:

Bendera Kontrol

Peserta wajib memberikan bukti bahwa dia telah mengunjungi titik tersebut, biasanya dari awal peserta diberikan kartu kontrol tradisional maupun yang mengunakan elektronik. Pemenang adalah peserta dengan waktu tempuh tercepat tentunya berhasil mengunjungi titik kontrol dengan benar.

Contoh Peta Orienteering

Menurut Federasi Orienteering Internasional (IOF): “Orienteering adalah sebuah olahraga yang mana para kompetitornya bernavigasi dengan mandiri melintasi medan sebenarnya. Para kompetitor harus mengunjungi sejumlah titik-titik kontrol yang ditandai dimedan sebenarnya dalam waktu secepat mungkin dibantu hanya peta dan kompas. Lintasan, didefinisikan oleh lokasi kontrol-kontrol, tidak diungkapkan kepada para kompetitor hingga mereka berangkat.” (Julian Ch. Manoppo,2012).

Sejarah Orienteering

Orienteering dimulai sejak akhir abad ke 19 di Skandinavia (Swedia) sebagai latihan militer, istilah “Orienteering” digunakan pada tahun 1886 di Akademi Militer Karlberg, Swedia yang berarti lintas alam dengan menggunakan bantuan peta dan kompas.

International Orienteering Federation (IOF) atau Federasi Orienteering Internasional berdiri pada tahun 1961 pada pertemuan di Kopenhagen. Dalam tiga tahun sebelas Negara ikut bergabung dengan IOF. Negara tersebut adalah: Bulgaria, Denmark, Cekoslovakia, Jerman Timur, Jerman Barat, Finlandia, Norwegia, Hungaria, Austria, Swiss dan Swedia.

Sejarah Orienteering di Indonesia

Olahraga orienteering di Indonesia pertama kali dikenalkan oleh Wanadri Komisariat ITB dalam lomba orienteering pada tahun 1988 Tipe kompetisinya Score Event atau Score O dan bersifat beregu. Pada tahun 1990 Lomba O Brahmahardhika (LOB) pertamakali digelar oleh Brahmahardhika Mapala FKIP UNS Surakarta. Kelak LOB

Menjadi perlombaan O paling rutin di Indonesia. Federasi Orienteering Indonesia (FONI) dideklarasikan pada tanggal 4 Agustus 2001. Sampai sekarang perkembangan olahraga orienteering sudah mengalami kemajuan yang cukup pesat. Ditandai dengan banyaknya kegiatan atau lomba orienteering yang diadakan.

Tipe Orienteering

Cross Country Orienteering

Dalam orienteering tipe ini peserta harus menemukan semua titik kontrol secara berurutan dalam waktu secepat mungkin. Tipe ini paling sering digunakan dalam kejuaraan internasional.

Relay Orienteering

Prinsipnya sama degan Cross Country O, tapi dilakukan secara beregu (tim) yang terdiri atas 2 orang atau lebih. Setiap orang menyelesaikan lintasannya masing-masing. Misal tim A terdiri dari 3 orang, orang 1 start lebih dulu, ketika sudah memasuki finish orang ke 2 bersiap-siap untuk berlari dengan peta yang berbeda, selanjutnya sampai orang ke 3. Pemenang adalah tim yang waktu tempuhnya tercepat.

Score Orienteering

Dalam tipe ini, peserta harus mengumpulkan nilai sebanyak mungkin dari titik – titik kontrol dengan batasan waktu. Setiap titik kontrol biasanya mempunyai nilai berbeda sesuai dengan tingkat kesulitan.

Format Kompetisi

Ada beberapa format kompetisi orienteering yang sering digunakan dalam kejuaraan, diantaranya;

Sprint

Profil dari Sprint adalah High speed (in navigation and running) dengan peta orienteering sprint skala 1:4000 atau 1:5000 interval kontur 2 atau 2,5 meter. Panjang lintasan 2,5 – 3,4 km untuk kelas pria dan 2,2 – 2,9 km untuk wanita.

Middle Distance (Jarak Menengah)

Peta orienteering sprint skala 1:10.000 interval kontur 5 meter. Panjang lintasan 5 – 6 km untuk kelas pria dan 3 – 5 km untuk wanita dengan perkiraan waktu tempuh pemenang 30 – 35 menit.

Long Distance

Profil dari Long adalah Physical endurance peta yang digunakan skala 1:15.000 interval kontur 5 meter. Panjang lintasan 13 –19 km (pria); 9 –12 km (wanita) dengan perkiraan waktu tempuh pemenang 90 –100 menit(pria); 70 –80 menit(wanita).

Sumber: Mengenal Olahraga ORIENTEERING 2012 Oleh Julian Manoppo (Federasi Orienteering Sulawesi Utara)


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *