Cara Membuat Peta Orienteering

Dipublikasikan oleh admin pada

alat survei lapangan

Bagaimana membuat peta orienteering? Sebelum membuat peta orienteering sebaiknya lebih dulu paham tentang orienteering, lebih bagus lagi kalau pembuat peta orienteering dulunya adalah orienteer, karena peta orienteering berbeda dengan peta-peta yang lain. Sebuah peta orienteering digunakan oleh orienteer atau pelaku orienteering sambil berlari dengan kecepatan tinggi, membuat peta orienteering harus dari sudut pandang pelari bukan dari sudut pandang si pembuat peta. Jadi seorang pembuat peta harus mengerti betul apa yang ada dalam sudut pandang pelari. Misalnya obyek-obyek yang perlu digambarkan pada peta atau yang tidak perlu. Seorang kartografer (pembuat peta) perlu memahami sudut pandang pelari, karena pembuat peta yang ketika survey lapangan dia melakukannya sambil jalan kaki bahkan berhenti untuk menggambar diatas kertas berbeda dengan seorang orienteer yang ketika dia menggunakan peta tersebut sambil berlari cepat. Penglihatan mata seseorang jelas berbeda ketika sambil berjalan kaki dengan berlari, dalam kecepatan rendah seseorang bisa memiliki pandangan yang cukup luas, ketika berlari dia hanya memiliki pandangan terbatas. Pembuat peta memang pinginnya semua digambar dimasukkan kedalam peta apa yang dilihatnya. Tapi itu bukan berarti peta orienteering tidak detil, peta orienteering harus tetap detil.

Kartografi

Kartografi bisa dikatakan ilmu pembuatan peta yang menggabungkan seni, ilmu pengetahuan dan teknologi dalam proses pembuatannya.

Syarat sebuah peta orienteering adalah mudah dibaca, akurat dan simbol sesuai dengan ISOM/ISSOM, agar tidak terjadi faktor keberuntungan orienteer karena petanya tidak akurat.Pengetahuan tentang orienteering, kartografi dan pemetaan diperlukan seorang pembuat peta untuk menghasilkan peta orienteering yang baik.

Syarat sebuah peta orienteering adalah mudah dibaca, akurat dan simbol sesuai dengan ISOM/ISSOM.

Proyeksi Peta

Peta merupakan penggambaran bumi yang berbentuk bulat kedalam bidang datar. Untuk dapat menggambarkan permukaan bumi pada bidang datar (2D) memerlukan upaya transformasi dari bentuk 3D ke bentuk 2D datar agar tidak terjadi distorsi permukaan bumi.Upaya ini yang memunculkan adanya sistem koordinat dan datum. Ada dua sistem koordinat yang digunakan:

  • Sistem Koodinat Lintang Bujur atau disebut sistem koordinat geografis
  • Sistem Koordinat proyeksi seperti UTM (Universal Transverse Mercator)

Sistem yang kedua ini yang kita gunakan untuk pembuatan peta orienteering. Untuk UTM, dibagi kedalam beberapa zona pada bagian di atas khatulistiwa diberi simbol U serta dibagian selatan di beri simbol S.Satuannya meter,misal: 434426.69 m E, 9225353.87 m S.

Generalisasi

Generalisasi pada kartografi adalah memilih dan menyederhanakan penyajian unsur-unsur permukaan bumi diatas peta yang berhubungan dengan skala dan tujuan peta (kepentingan unsur tertentu) yang akan di buat. Unsur- unsur yang akan di sajikan di atas peta. Semakin kecil skala peta maka semakin besar proses generalisasi.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyajian peta adalah :

  1. Objek- objek yang penting harus ditonjolkan.
  2. Perbedaan dalam bentuk harus jelas.
  3. Harus di hindari reduksi kontras yang disebabkan karena pencetakan warna muda dan penyinaran yang lemah.
  4. Harus diperhatikan kemudahan dalam proses produksinya..

Aspek – Aspek Generalisasi

Pemilihan

Unsur yang akan disajikan disesuaikan dengan maksud dan tujuan pembuatan peta serta skala peta yang dikehendaki.

Penyederhanaan

Jika terdapat unsur yang terlalu kecil, serta sulit untuk disajikan dengan detail yang cukup, maka unsure tersebut perlu disederhanakan. Contoh: pada peta topografi 1 : 5.000 umumnya rumah atau gedung diperlihatkan dalam bentuk yang sebenarnya, sebaliknya pada peta 1 : 30.000 bentuk rumah dan gedung disajikan secara kelompok, bahkan bangunan seperti rumah ibadah di sajikan dalam bentuk simbol.

Contoh Penyederhanaan, bangunan yang terpisah dibuat mengelompok

Penghapusan (omittance)

Beberapa unsur dipermukaan bumi yang dianggap tidak penting perlu dihilangkan tanpa merusak kejelasan isi peta dengan pertimbangan faktor skala dan keadaan asli dari permukaan.

Eksagerasi (exaggeration)

Suatu teknik pembebasan dalam penyajian suatu unsur pada peta yang dihubungkan dengan ukuran sebenarnya dari suatu unsur dalam skala tertentu dari peta. Contoh: jalan dengan lebar 10 meter jika di gambar pada peta skala 1 : 50.000 sebenarnya ukuran lebar jalan pada peta adalah 0,2 mm. garis tersebut terlalu kecil sehingga tidak jelas bahkan dapat tertutup dengan yang lain. Agar jelas maka dibuat dengan mempertebal garis jalan tersebut.

Pergeseran (Displacement)

Akibat eksagerasi akan berpengaruh terhadap unsur-unsur yang lain. Seperti jalan atau unsur tertentu yang mengalami eksagerasi akan terjadi overlapping dengan unsur lain. Maka untuk menghindari tumpang tindih dilakukan pergeseran.

Contoh Pergeseran

Kategori: Pemetaan

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *