Menyiapkan Peta Dasar

Dipublikasikan oleh admin pada

survei lapangan

Langkah yang wajib dilakukan dalam membuat peta orienteering adalah survei lapangan. Tahapan survei lapangan diawali dengan membuat peta dasar. Peta dasar yang dimaksud disini adalah peta yang akan kita buat untuk pegangan survei. Dengan adanya peta ini paling tidak kita mempunyai gambaran awal mengenai kondisi lapangan.

Pertama yang kita lakukan yaitu mencari sumber peta dasar. Karena kita akan membuat peta orienteering yang detil jadi sumber peta dasar juga harus detil. Misal membuat peta orienteering dengan skala 1:10000, maka sumbernya harus paling tidak harus sama dengan 1:10000 atau lebih besar misal 1:5000.

Ada beberapa sumber yang dapat kita gunakan, Citra satelit resolusi tinggi (IKONOS, Quick bird, WorldView, GeoEye, dll), peta topografi skala 1:10000 atau 1:5000 dan foto udara. Tetapi biasanya data-data tersebut susah didapat dan mahal. Solusinya, kita bisa menggunakan citra satelit Google Earth, ini yang paling murah dan mudah. Modal internet dan software Google Earth Pro yang gratis didownload. Silahkan cari sendiri di Google. Baiklah yang akan kita bahas adalah bagaimana mendapatkan citra satelit dari Google Earth.

Membuat Peta Dasar dari Google Earth

  1. Download Google Earth Pro dan instal
  2. Jalankan program Google Earth Pro, setelah terbuka cari area yang akan dipetakan. Agar tidak miring waktu dizoom ubah settingan di Perangkat > Pilihan Tab Navigasi Klik Jangan otomatis miringkan saat memperbesar. OK

3. Tambahkan poligon, tool ini terdapat di bagian atas. Gambarkan area sesuai dengan yang akan dipetakan, tujuannya untuk membatasi area tertentu saja.

4. Matikan layer-layer yang tidak perlu, matikan juga 3D Medan

5. Klik Simpan Gambar di bagian atas. Pastikan sebelum menyimpan citra dalam keadaan datar dan utara diatas (Ketik N di keyboard untuk reset arah utara). Pilih Resolusi gambar yang maximum. Simpan Gambar.

Simpan Gambar

Mulai Menggambar

Gunakan software untuk membuat peta orienteering gratis Open Orienteering Mapper (OOM)

Open Orienteering Mapper

Buka program Open Orienteering Mapper, buat peta baru. Pilih skala dan simbol set disini contohnya ISOM 2000 skala 1:10000

Klik menu Template > Buka Template

Pilih citra satelit yang disimpan tadi, akan muncul dialog seperti gambar dibawah.

Menentukan cara untuk posisi atau gambar.

Meter per pixel; digunakan untuk gambar-gambar dijital di mana Anda dapat mengetahui nilai ini secara langsung. Bisa dengan cara menghitung Jarak sebenarnya dengan lebar file gambar dengan rumus jarak sebenarnya dibagi dengan lebar pixel gambar. Contoh; jarak sebenarnya 500 m, lebar gambar 1200 pixel maka 500 / 1200 = 0.625 metres. Cara ini cukup rumit karena harus menghitung jarak sebenarnya di lapangan.

Solusinya adalah ulangi langkah cara menyimpan gambar google earth tadi, sebelum disimpan diberi garis bantu terlebih dulu. Menggunakan penggaris, Arah harus 180 derajat atau lurus. Simpan garis tadi.

Ulangi langkah penyimpanan citra satelit diatas yang sudah ada garisnya. Crop file gambar dengan batas ujung garis atas dengan ujung garis bawah. Seperti ini:

Citra Satelit yang sudah disimpan masukkan sebagai template, masukkan nilai meter per pixel dengan perhitungan garis ukur di Google Earth dibagi dengan lebar pixel gambar, cara untuk mengetahui jarak di garis ukur di Google Earth dengan klik kanan garisnya > Properti > Pengukuran. Pilih satuan meter.

Pengukuran Garis

Sebagai contoh tadi 2074 meter dan lebar pixel gambar 2562 pixel.

Jadi yang diisikan ke OOM adalah 2074 / 2562 = 0,8095238095238095. Klik Buka, gambar sudah sesuai dengan skala.

Pengaturan ukuran gambar

Untuk mengecek buat garis dengan simbol garis sembarang, tarik garis lurus dari atas ke bawah gambar. Ukur menggunakan tool Ukur Panjang dan Daerah yang bergambar jangka. Jika sesuai berarti sudah benar, jika ada selisih banyak ulangi lagi langkah diatas. Jika selisih sedikit biarkan saja.

Selesai, Selanjutnya mulai menggambar peta dasar di Open Orienteering Mapper.

Dengan cara diatas citra satelit sudah terkoreksi jaraknya dan bisa digunakan untuk menggambar peta orienteering, akan tetapi citra tersebut tidak mempunyai sistem koordinat, atau belum georeference.

Kelemahannya adalah citra tersebut belum mempunyai sistem koordinat atau georeference, jika kita melakukan survei dengan GPS atau dengan data GIS yang lain, data – data tersebut tidak akan bisa masuk dengan benar.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *