Peta Orienteering

Dipublikasikan oleh admin pada

peta dan kompas

Orienteering merupakan salah satu cabang olahraga yang membutuhkan kemampuan dan keterampilan navigasi menggunakan peta dan kompas dalam melakukan perjalanan dari satu titik ke titik lainnya di alam bebas. Jadi Peta merupakan alat utama untuk bermain orienteering. Orienteering berasal dari negara-negara Skandinavia. Pada awal abad 19, militer Swedia melakukan pelatihan navigasi darat untuk anggotanya, kemudian metode ini berkembang menjadi olahraga bagi warga sipil. Secara khusus, kompetisi orienteering digelar untuk menguji keahlian navigasi, konsentrasi, dan kemampuan lari para orienteer. Sama seperti di negara asalnya, di Indonesia perkembangan orienteering tidak lepas dari peranan militer.

Olahraga orienteering tidak hanya dinikmati oleh kalangan militer saja, namun orienteering juga digemari dikalangan sipil baik tua, muda, bahkan hingga kanak-kanak. Di Indonesia, olahraga ini dinaungi oleh Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) sebagai wadah dan motor perkembangan olahraga orienteering di bumi pertiwi ini. Seiring dengan perkembangan orienteering yang semakin pesat, hal ini diikuti dengan kebutuhan akan peta orienteering sebagai komponen utama dalam kompetisi orienteering, namun kebutuhan akan peta orienteering yang semakin meningkat tidak diimbangi dengan ketersediaan sumber data peta yang akurat dan terbaru yang menjadi salah satu kendala olahraga ini untuk terus berkembang.

Perencanaan lintasan orienteering merupakan bagian utama dalam orienteering karena mempunyai dampak langsung terhadap hasil kompetisi. Perencanaan lintasan diawali dengan pemetaan terlebih dahulu. Sebuah peta memberikan ide perencana untuk membuat sebuah lintasan, menempatkan lokasi titik-titik kontrol dan lainnya. Rancangan lintasan harus disesuaikan dengan tingkat kesulitan tiap kelasnya. Hal ini hanya dapat dicapai jika peta cukup akurat, lengkap dan dapat diandalkan, dan juga jelas dan dapat dibaca dalam kondisi kompetisi. Semakin baik peta, membuat perencana lintasan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk membuat lintasan yang baik dan fair, baik bagi peserta yang ahli maupun pemula. Untuk kejuaaran peta yang digunakan haruslah peta yang terbaru atau peta lama yang sudah direvisi.

Apa itu Peta Orienteering?

Peta itu sendiri adalah gambaran permukaan bumi dalam bidang datar yang diproyeksikan dan mempunyai skala.Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi. Banyak jenis peta salah satunya peta topografi, yaitu peta yang menggambarkan keadaan alam di permukaan bumi. Peta orienteering seperti peta topografi yang detil tapi khusus digunakan untuk olahraga orienteering.

Contoh Peta Orienteering

Peta orienteering sangat detil menggambarkan permukaan bumi sehingga dapat digunakan untuk bernavigasi sambil berlari dengan kecepatan tinggi. Dalam membuat peta orienteering sudah ada aturan dari Komisi Pemetaan IOF yang khusus membidangi tentang pemetaan orienteering. Ada beberapa spesifikasi Internasional, diantaranya:

  • International Specification for Orienteering Maps (ISOM) adalah spesifikasi untuk foot orienteering pada umumnya untuk orienteering jarak menengah dan orienteering jarak jauh,
  • International Specification for Sprint Orienteering Maps (ISSOM) adalah spesifikasi untuk orienteering sprint skala 1:4000 atau 1:5000,
  • International Specification for MTB Orienteering Maps (ISMTBOM) adalah spesifikasi untuk orienteering menggunakan sepeda
  • International Specification for Ski Orienteering Maps (ISSkiOM) untuk orienteering ski di tempat bersalju (kalau yang ini di Indonesia gak digunakan kayaknya).

Simbol – simbol yang digunakan dalam spesifikasi tersebut berdasarkan tingkat kesulitan berlari seorang orienteer. Misalnya vegetasi berwarna hijau, semakin tua warna hijaunya semakin sulit dilalui seorang orienteer. Bukan seperti peta topografi standar yang menggambarkan sesuai jenis penggunaan lahannya seperti kebun, hutan, pemukiman dll.

Peta orienteering yang sesuai dengan spesifikasi internasional ini juga tidak ada toponimi atau keterangan nama-nama tempat, jadi tidak ada keterangan nama dusun, nama desa atau nama kecamatan.

Sumber: Spesifikasi Internasional untuk Peta-Peta Orienteering (ISOM) 2000 Diterjemahkan oleh : Julian Ch. Manoppo


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *